Agama dan akal menurut pandanganku

Satu hal yang membedakan kita “manusia” dengan makhluk lainnya adalah di karuniakanya akal.dengan akal manusia bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. dengan akal pula manusia berusaha mencukupi kebutuhannya.

Ketika saya bertanya, ” manakah yang salah, kambing makan tanaman tetangga tanpa seizin yang punya, atau orang mengambil kebun tetangga tanpa izin yang punya pula. tentu semua sepakat menjawab, y…manusia dong.

Why….??? karena manusia mempunyai akal

Bagaimana mungkin kita beriman kepada Allah yang maha gaib, kalau akal kita tidak berfikir, tidak mungkin ada sesuatu tanpa ada yang menciptakannya.

Bagi orang yang dipakai akalnya, bagaimana mungkin mau mengambil hasil kebun orang lain, karena ia akan berfikir kepunyaannya pun tidak mau diambil oleh orang lain.

Islam adalah tunduk, patuh, kepada Allah dan rosulnya. ajaranya ajaran yang sangat menjunjung tinggi rasionalitas.

Ketika anda bertanya, apakah surga dan neraka adalah sesuatu yang pasti. maka saya akan menjawab dengan kesungguhan akal, ya…jelas sesuatu yang pasti.

Kenapa bisa saya katakan begitu ? anda bekerja pada seseorang atau perusahaan dengan kesunguhan, tentu jaminannya adalah mendapatkan upah, apalagi kita berkerja (beramal ) kepada Allah yang maha rohman tentu sangat dipastikan mendapatkan upah/ balasan yang setimpal.

Terlepas dari salah dan tidaknya saya berkesimpulan bahwa agama adalah akal, tidak beragama orang yang tidak berakal atau berakal tapi tidak dipakai akalnya.

Kenapa saya katakan demikian???

Al-qur’an adalah garis garis besar haluan agama, islam tentunya. sdangkan Al-qur’an sendiri diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang notabenya adalah manusia. al-insan hayawanun natik. manusia adalah mahluk yang berakal.

tidak mungkin ada agama, tanpa adanya akal.

Mohon maaf bila argumen saya kurang berkenan.

Wallahu a’lam bishowab.